Tuhanmu, ya tuhanmu
tuhanku, ya tuhanku
tuhanmu berbeda
dengan tuhanku
menurutmu, tuhanku
bukan tuhan
menurutku, tuhanmu
bukan tuhan
tuhanmu menciptakan
agama yang kamu anut
tuhanku menciptakan
agama yang aku anut
agamamu, ya agamamu
agamaku, ya agamaku
menurutmu, aku ini kafir
menurutku, kamu itu
kafir
tuhanmu menciptakan
surga untukmu
tuhanku menciptakan
surga untukku
surga buatan tuhanmu
bukan untukku
surga buatan tuhanku
bukan untukmu
tuhanmu menciptakan
neraka katamu,
neraka buatan tuhanmu
itu untukku
tuhanku juga
menciptakan neraka
karena neraka buatan
tuhanku itu untukmu
tapi kamu berteriak,
"kau harus percaya pada
tuhanku, agar tak
dibuang ke dalam neraka
jahanam buatan
tuhanku!"
aku pun berteriak, "kau
yang harus mengakui
tuhanku, agar tak disiksa
habis-habisan dalam
neraka buatan tuhanku!"
"goblok!" bentakmu.
"menurut agamaku,
tuhanmu itu hantu!"
"bodoh!" sergahku.
"menurut agamaku,
justru tuhanmu itu
hantu!"
"biadab!" umpatmu. "kau
menghujat tuhanku!"
"bedebah!" makiku. "kau
menghujat tuhanku!"
maka kamu dan aku
saling naik pitam,
saling mencabut parang
saling menyerang hingga
parang bersarang dalam
erang kesakitan
kamu mati
aku juga mati
kamu menghadap
tuhanmu
aku menghadap tuhanku
di langit tuhanmu dan
tuhanku mengadakan
pertemuan
karena tuhanmu tidak
rela menerima
kematianmu
dan tuhanku pun tidak
rela menerima
kematianku
pertemuan menjadi
debat tanpa batas
kesabaran tuhanmu
habis
kesabaran tuhanku juga
demikian
lantas tuhanmu
berkelahi dengan
tuhanku
perkelahian seru dari
dendam kesumat purba
langit bergemuruh
halilintar runtuh
di bumi, anakmu bilang,
"wah tuhanku marah.
"anakku pun bilang,
"tuhanku-lah yang
marah."
"goblok!" bentak
anakmu. "tuhanku
marah, gara-gara kau
tidak mau menyembah
tuhanku, bertobat dari
kafirmu lalu masuk
agamaku!"
"bodoh!" balas anakku.
"tuhankulah yang
marah,gara-gara kau
tidak mau menyembah
tuhanku, bertobat dari
kafirmu lalu masuk
agamaku!"
"biadab!" umpat
anakmu. "kau menghina
agamaku!"
"bedebah!" maki anakku.
"kau menghina
agamaku!"
maka anakmu dan
anakku saling
bersitegang,
saling mencabut parang
saling menyerang hingga
parang bersarang dalam
erang kesakitan
anakmu mati anakku
juga mati
anakmu menghadap
tuhanmu
anakku menghadap
tuhanku
di langit tuhanmu dan
tuhanku mengadakan
pertemuan lagi
karena tuhanmu tidak
ikhlas menerima
kematian anakmu
dan tuhanku pun tidak
ikhlas menerima
kematian anakku
pertemuan kembali
menjadi debat tanpa
bataskesabaran tuhanmu
habis
kesabaran tuhanku juga
begitu
lantas tuhanmu
berkelahi lagi dengan
tuhanku
perkelahian seru dari
dendam kesumat purba
langit bergemuruh
halilintar runtuh
di bumi, cucumu bilang,
"wah tuhanku murka,
sebab iamembenci
adanya orang-orang kafir
semacam kau!"
cucuku pun bilang,
"tuhanku-lah yang
murka, sebab ia
membenci adanya orang-
orang kafir semacam
kau!"
lantas, lagi-lagi saling
tebassama-sama nyawa
lepas
di suatu tempat, iblis,
setan, ruh jahat dan
sesamanya berkumpul
melingkari meja,
menyaksikan semua
mereka tertawa
terbahak-bahak.
"sesungguhnya, kita tahu
siapa tuhan yang
sebenarnya itu," kata
mereka
Pesan Moral :
Urusin aja agama kita
masing-masing seperti
kita peduli dengan istri
kita,
dan tidak usah
mencampuri agama
orang lain seperti kita
yang nggak mau tau
rasanya istri
tetangga........
(emha ainun najib)
Berita Terkait
Islami
- HABIS GELAP TERBITLAH TERANG
- 7 AMALAN YANG PAHALANYA TERUS MENGALIR
- ORANG-ORANG PILIHAN ALLAH
- RENUNGAN UNTUK LELAKI
- ASMAUL HUSNA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
- Kisah Shalawat Nabi Muhammad SAW
- Wahai para wanita...tahukah anda bahwa
- RESEP MENJADI SUAMI IDAMAN
- JANGAN HARDIK WANITA BERJILBAB BERAKHLAK BURUK
- Jilbab Jadi Kambing Hitam
- Nasehat Ibnu 'Atha illah Askandar
- Susahkah Menjadi Wanita Islam
- Jilbab Ini Meneduhkanku
- Aku Bertanya Dan Qur'an Menjawab
- KISAH ASHABUL KAHFI
- Mengapa Cincin Pernikahan Berada Di Jari Manis ?
- Jika aku jatuh cinta
- Surat Cinta Untuk Calon Suamiku
- Mengubah takdir
- Ketika Hati Mulai Lelah
- Indah pada waktunya
- INGATLAH
- Kumpulan nama bayi perempuan islami
- Kisah malaikat jibril mengajar nabi Nuh membuat kapal
- Tujuh kalimat yang harus dbiasakan oleh seorang muslim
Tidak ada komentar: